Jakarta, PotretRepublik.Com- Menteri pendidikan dasar dan menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tanpa budaya membaca dan menulis, mustahil Indonesia dapat menjadi bangsa maju. Ia menekankan urgensi gerakan nasional literasi yang melibatkan penerbit, sekolah , pemerintah, guru dan masyarakat.
“Kalau kita bangun budaya membaca, tidak kita bangun budaya menulis, dan tidak Bagun budaya anak kita belajar dengan buku sebagai kuncinya, kita tidak menjadi Bangsa yang maju, Kata Mu’ti saat membuka musyawarah Nasional ke -20 ikatan penerbit Indonesia di jakarta, Rabu 19 Oktober 2025
Mu’ti menyoroti kelemahan siswa Indonesia dalam memahami teks naratif yang berdampak pada rendahnya nilai literasi dalam assessment nasional tentang bangsa membangun budaya membaca
Data organisasi pendidikan ilmu pengetahuan dan kebudayaan perserikatan bangsa bangsa (UNESCO) menyatakan minat membaca masyarakat Indonesia sangat rendah. Hanya 0,001 persen. Artinya orang Indonesia dari 1.000 hanya ada 1 yang rajin membaca.
Oleh sebab itu pemerintah ingin menjawab tantangan tersebut dengan dengan kebijakan deep learning, ungkap Mu’ti






