Katim, PotretRepiblik.Com –Kementerian PPPA Lakukan Audit Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Kutai Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) pada 16–19 Desember 2025 di beberapa lokus percontohan di Kutai Timur.
Dalam kegiatan ini, Dinas berperan sebagai fasilitator, dengan konsep sharing dan pendampingan. Tim auditor hanya melakukan tiga kali pendampingan, yakni melalui rapat koordinasi, peninjauan lapangan untuk pengambilan dokumentasi, serta rapat penetapan keputusan audit.
Hasil audit menunjukkan Kutai Timur meraih nilai 494. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan perbaikan, khususnya di Yayasan Swarga Bara, seperti penyediaan parkir khusus sepeda dan mobil, peningkatan pencahayaan, pengecekan rutin sarana dan prasarana, penyediaan surat keterangan aman yang melibatkan tenaga medis, serta kelengkapan rambu-rambu keselamatan.

Tim auditor dari KemenPPPA terdiri dari Hendi Tamara dan Heru Irwanto, dengan staf pendamping Meliana. Dalam audit tersebut, tim juga meminta penyusunan peta RBRA
kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Kutai Timur, Rita Winarni, menjelaskan bahwa konsep RBRAmerupakan ruang publik ramah anak yang terintegrasi.“Konsepnya Ruang Bersama Indonesia, di dalamnya ada UMKM, layanan pengaduan anak, pojok baca, hingga pojok ASI yang titik-titiknya sudah ditentukan,” jelas Rita.
Adapun lokus percontohan RBI di Kutai Timur berada di Teluk Lingga, Swarga Bara, Sangatta Utara, dan Singa Gembara.
Rita menegaskan bahwa seluruh desa prioritas akan mendapatkan peningkatan kapasitas melalui bimbingan teknis (bimtek). “Semua desa prioritas mendapatkan ilmu lewat mekanisme bimtek. Harapannya, peserta bisa menularkan ilmunya ke masyarakat sekitar,” ungkap Rita, Jumat (19/12/2025)

Ke depan, Pemkab Kutai Timur menargetkan setiap kecamatan memiliki ruang bermain anak. Namun, Rita menegaskan ada aturan tegas dalam pemanfaatannya.
Selain ruang publik, perhatian juga diberikan pada pesantren dan panti asuhan sebagai bentuk pengasuhan alternatif. Rita menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi perlindungan anak telah banyak dilakukan di berbagai wilayah Kutai Timur.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Kutai Timur optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal
Reporter || Ud
Editor || Wahyu












