KUTAI TIMUR, PotretRepublik.Com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur menggandeng Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kutai Timur serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak kebakaran.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026, bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Batu Ampar, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas pemulihan psikologis seperti mewarnai, bermain bersama, serta sesi berbagi yang dipandu langsung oleh para psikolog. Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut, sebagai upaya mengembalikan semangat anak-anak pasca peristiwa yang mereka alami.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3A Kutai Timur, Rita Winarni, SE., MM, mengungkapkan bahwa pihaknya menyadari dampak dari peristiwa kebakaran tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka emosional dan psikologis, terutama bagi anak-anak.
“Pihak DP3A menyadari peristiwa ini tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka secara emosional dan psikologis. Kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu anak-anak memulihkan semangat, menguatkan hati, serta memberikan ruang untuk berbagi dan saling mendukung,” Ungkapnya
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, beban psikologis yang dirasakan anak-anak dapat berkurang secara bertahap, sehingga harapan dan keceriaan mereka bisa tumbuh kembali.
“Kami berharap, sedikit demi sedikit beban yang dirasakan dapat berkurang, dan harapan baru dapat tumbuh kembali. Kepedulian ini menjadi bukti bahwa kita tidak sendiri, dan kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi psikologis, para pendamping menjelaskan bahwa anak-anak yang mengalami peristiwa kebakaran berpotensi mengalami dampak seperti rasa takut, cemas, hingga perasaan tidak aman.
Selain itu, Syarifah Nur Latifah, S. Psi( Staf UPTD PPPA sekaligus Ketua HIMPSI Kab. Kutim), Mengungkapkan Sebagai psikolog, kami melihat bahwa anak-anak yang mengalami peristiwa kebakaran berpotensi mengalami dampak psikologis seperti rasa takut, cemas, dan tidak aman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya memberikan ruang yang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka, sekaligus membantu mereka memahami dan mengelola pengalaman yang dialami. Pendampingan ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan secara bertahap agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Melalui kegiatan trauma healing ini, para psikolog berupaya menghadirkan ruang yang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka, sekaligus membantu mereka memahami dan mengelola pengalaman yang telah dialami.Pendampingan ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan secara bertahap, sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri.
Kegiatan kolaboratif antara DP3A, HIMPSI, dan LPAI Kutai Timur ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam melindungi serta memulihkan kondisi psikologis anak-anak sebagai generasi penerus bangsa
Sumber : Bid. PHA
Editor : MJ












