Berita

LENTERA dan Trauma Healing Hadir untuk Anak Korban Kebakaran di Batu Ampar

491
×

LENTERA dan Trauma Healing Hadir untuk Anak Korban Kebakaran di Batu Ampar

Sebarkan artikel ini

KutaiTimur, PotretRepublik.COM — Upaya memulihkan kondisi psikologis anak pascakebakaran di Kecamatan Batu Ampar dilakukan melalui program LENTERA (Lingkar Edukasi dan Kreativitas Anak), Jumat (3/4/2026).

Inisiatif ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Forum Anak Kutai Timur, serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Batu Timbau sejak pukul 10.00 hingga 14.00 WITA, dengan fokus menghadirkan ruang aman bagi anak untuk berekspresi sekaligus mengurangi tekanan batin akibat bencana.

Wakil Ketua I Forum Anak Kutai Timur periode 2025–2028, Arvina Rizky Amalia, mengatakan program tersebut dirancang sebagai respons cepat terhadap kondisi psikososial anak terdampak.

“Melihat peristiwa kebakaran di Batu Ampar, kami berkolaborasi menghadirkan pendampingan psikologis yang dikemas melalui aktivitas edukatif agar mereka tetap bisa bermain dan belajar tanpa terbebani suasana duka,” tutur Arvina.

Program LENTERA sebelumnya telah digelar di sejumlah lokasi di Sangatta Utara, termasuk ruang terbuka publik dan panti asuhan. Pengalaman itu menjadi dasar untuk memperluas jangkauan kegiatan ke wilayah terdampak bencana.

Enam perwakilan Forum Anak dilibatkan, yakni Arvina Rizky Amalia, Salwa Artika Maharani, Raisya Mahvin Sabina, Zahra Sekar Lanitan, Muhammad Alden Raffa, dan Muhammad Aqil Mushoddaq.

Rangkaian agenda dimulai dengan sesi pemulihan psikologis bersama tim LPAI. Selanjutnya, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti menggambar, merangkai aksesori dari manik-manik, menyusun puzzle, serta menyanyikan lagu anak. Interaksi tersebut dilengkapi dengan sesi berbagi pengalaman untuk membantu mereka menyalurkan perasaan.

Sebagai penutup, panitia membagikan makanan ringan dan susu guna menambah semangat peserta.

Arvina berharap kegiatan tersebut mampu membantu anak keluar dari rasa takut dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara wajar.“Harapannya, mereka tetap memiliki ruang untuk bermain dan berkreasi, meski berada dalam situasi sulit,” sampainya.

Kepala Bidang DP3A Kutai Timur, Rita Winarni, menilai langkah tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam membantu sesama.“Anak merupakan kelompok rentan saat terjadi bencana. Pendampingan seperti ini penting untuk menjaga kesehatan mental sekaligus memastikan hak tumbuh kembang tetap terpenuhi,” ungkapnya

Ia menambahkan, pemulihan psikososial menjadi bagian tak terpisahkan dalam penanganan dampak bencana, terutama bagi kelompok usia dini.

“Melalui pendekatan yang menyenangkan, mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan mampu mengekspresikan emosi secara positif,” tuturnya.

Pengurus DP3A, Haya, melihat antusiasme peserta sebagai indikator keberhasilan metode yang digunakan.

“Respons anak-anak sangat baik. Aktivitas kreatif terbukti efektif membantu mereka kembali ceria,” ucapnya.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi mental anak-anak di Batu Ampar, sekaligus memperkuat lingkungan yang ramah dan suportif bagi tumbuh kembang mereka

Sumber: Tim PHA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *