Berita

Tim PHA dan Fasda Audit Mandiri Lima Sekolah Percontohan di Kutai Timur

709
×

Tim PHA dan Fasda Audit Mandiri Lima Sekolah Percontohan di Kutai Timur

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur, PotretRepublik.Com — Tim Pemenuhan Hak Anak (PHA) bersama Fasilitator Daerah (Fasda) melaksanakan audit mandiri terhadap lima sekolah percontohan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, dengan menggunakan borang penilaian sebagai instrumen evaluasi.

Audit mandiri ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memastikan pemenuhan hak anak di lingkungan satuan pendidikan berjalan secara optimal.

Kegiatan tersebut secara langsung didampingi Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) DP3A Kutim, Rita Winarni, SE., MM., yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris DP3A Kutim. Lima sekolah yang menjadi sasaran audit merupakan sekolah percontohan dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di wilayah Sangatta dan sekitarnya. Sekolah tersebut yakni TK ABA 1 Sangatta Selatan, RA PIQ, MI Hifdzul Quran, SD Advent, dan SMP Advent.

Dalam pelaksanaannya, Tim PHA dan Fasda melakukan penilaian menggunakan borang yang mencakup sejumlah aspek terkait pemenuhan hak anak di satuan pendidikan. Proses tersebut dilakukan melalui pemeriksaan dokumen, observasi serta diskusi dengan pihak sekolah untuk melihat sejauh mana indikator pemenuhan hak anak telah diterapkan.

Rita Winarni menekankan pentingnya keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak.Menurutnya, audit mandiri bukan semata-mata untuk memberikan penilaian terhadap sekolah, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bersama untuk mengetahui aspek yang telah terpenuhi maupun bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Melalui audit mandiri ini kita ingin melihat secara objektif kondisi di masing-masing sekolah. Hasilnya nanti menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar pemenuhan hak anak di satuan pendidikan semakin baik,” katanya.

Ia berharap sekolah-sekolah percontohan tersebut dapat menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya di Kutai Timur dalam membangun lingkungan sekolah yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan anak.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara DP3A, Fasda dan pihak sekolah dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kutai Timur.

Dengan adanya audit dan evaluasi secara berkala, diharapkan penerapan pemenuhan hak anak tidak hanya berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *