Berita

Peringati Maulid Nabi 1448 H, KKLR Kutim Dorong Penguatan Silaturahmi dan Kohesi Sosial

456
×

Peringati Maulid Nabi 1448 H, KKLR Kutim Dorong Penguatan Silaturahmi dan Kohesi Sosial

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Gedung BPU Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (10/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjadikan Maulid Nabi sebagai Momentum Meneladani Akhlakul Karimah Rasulullah SAW”. Tausiyah disampaikan Kyai Safrulloh Miftah yang mengajak masyarakat menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian akbar ini dihadiri Ketua KKLR Kutim Kari Palimbong, Sudirman Latif, Ketua Pilar Luwu Timur Tirah Satriani, Ketua Pilar Palopo H. Jayadi, Ketua Walmas Rasyid, Ketua Pilar Luwu Hasdarwan, Ketua Pilar Luwu Utara Pasombaran, para purnatugas Ketua KKLR Kutim, tokoh masyarakat, warga KKLR serta tamu undangan lainnya.Ketua KKLR Kutim Kari Palimbong mengatakan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan warga Luwu Raya di Kutai Timur.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Dengan adanya peringatan Maulid ini, mudah-mudahan dapat meningkatkan kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, sehingga kita dapat mengimplementasikan ajaran-ajaran beliau. Salah satunya bagaimana kita berinteraksi dengan masyarakat,” ujar Kari.

Ia menilai derasnya perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat perlu semakin memperkuat hubungan sosial secara langsung. Karena itu, momentum Maulid diharapkan menjadi sarana memperkokoh persaudaraan dan kohesi sosial warga Luwu Raya.

“Rasulullah SAW adalah uswatun hasanah sekaligus rahmat bagi seluruh alam. Inilah salah satu momentum kenapa Maulid ini kita adakan. Kita bisa bersilaturahmi untuk menjaga kekompakan dan kohesi sosial kita sebagai warga Luwu Raya yang membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar, khususnya di Kutim,” jelasnya.

Selain penguatan silaturahmi, Kari juga mengajak warga Luwu Raya berpartisipasi dalam pembangunan sekretariat KKLR Kutim. Ia menyebut sekretariat tersebut nantinya bukan hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi juga menjadi rumah bersama dan simbol keberadaan warga Luwu Raya di Kutai Timur

“Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan rezeki, kita bisa berpartisipasi untuk pembangunan sekretariat, karena ini adalah rumah kita bersama. Ini adalah lambang kita sebagai orang Luwu,” katanya.

Ia berharap keberadaan sekretariat dapat menjadi wadah untuk menjaga persatuan, memperkuat komunikasi dan memastikan eksistensi KKLR tetap terjaga di tengah dinamika masyarakat.

“Jangan sampai ketika waktu berjalan, hilang kita di peredaran ini. Kita tidak punya rumah, kita tidak punya lambang,” tegasnya.

Sementara itu, Kyai Safrulloh Miftah dalam tausiyahnya mengajak jamaah untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan serta meneladani akhlak Rasulullah SAW.Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus tercermin melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.“Memuliakan Rasulullah SAW adalah kewajiban kita sebagai umatnya,” ujarnya.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pijakan bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik, menjaga persaudaraan serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar KKLR Kutim pun menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus mempererat persaudaraan warga Luwu Raya sebagai bagian dari masyarakat Kutai Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *