Kutai Timur, PotretRepublik.Com- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Lembaga/Organisasi Masyarakat, Dunia Usaha, dan Media Massa dalam Mendukung Kabupaten Layak Anak Tahun 2026, yang digelar di Ruang Bappeda Kutai Timur, Sangatta, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta media massa dalam memenuhi berbagai indikator Kabupaten Layak Anak.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Idham Cholid, M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KLA di Kutai Timur.
Menurutnya, keberhasilan KLA tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Peran masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, hingga media massa sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan ramah bagi anak.“Sinergi menjadi kunci dalam meningkatkan KLA Kutai Timur. Kita berharap ke depan Kutai Timur dapat segera meraih predikat Nindya, bahkan menuju Utama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. Sumadi, M.Si, yang hadir sebagai narasumber, memaparkan sejumlah indikator penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.Ia menyoroti pentingnya penguatan layanan anak sejak usia dini melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif di tingkat desa.
Menurut Sumadi, PAUD tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, tetapi juga harus mampu memperhatikan berbagai kebutuhan dasar anak, termasuk tumbuh kembang, kesehatan, gizi, hingga deteksi kelainan fisik.
“Kita inginkan ke depan di desa ada PAUD Holistik Integratif. Di dalamnya kebutuhan anak harus diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari tumbuh kembang, kesehatan, gizi, hingga apabila terdapat kelainan fisik,” jelasnya.
Selain pendidikan dan kesehatan, Sumadi juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang ramah anak. Fasilitas publik harus dirancang dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan anak.
Salah satunya melalui penyediaan taman dan ruang bermain yang aman, sehingga dapat mengurangi risiko anak mengalami kecelakaan saat bermain.
Pada aspek kesehatan dasar dan kesejahteraan, perhatian juga diarahkan pada peningkatan persalinan di fasilitas kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemenuhan gizi bagi anak.Di sisi lain, media massa dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik mengenai pemenuhan hak anak. Media diharapkan tidak hanya memberitakan kegiatan pemerintah, tetapi juga aktif menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai lingkungan yang ramah anak.
“Fungsi media adalah menyiarkan informasi, termasuk mengenai sekolah ramah anak, sehingga masyarakat mengetahui dan ikut mendukung upaya pemenuhan hak-hak anak,” kata Sumadi.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Kutai Timur berharap keterlibatan berbagai pihak semakin kuat. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media massa diharapkan mampu mempercepat pemenuhan indikator KLA sekaligus menciptakan ekosistem yang benar-benar memberikan perlindungan dan ruang tumbuh bagi setiap anak di Kutai Timur.
Target meraih predikat Nindya dan Utama pun diharapkan tidak sekadar menjadi pencapaian administratif, tetapi menjadi gambaran nyata bahwa Kutai Timur semakin serius membangun daerah yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi anak.












