Kutai Timur, PotretRepublik.Com- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar Talkshow dan Pembukaan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Kutai Timur, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.Mengusung tema “Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju, Aman di Sekolah”, kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, didampingi Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kutai Timur, Siti Robiah Ardiansyah.
Peringatan HAN tahun ini menghadirkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat, Seto Mulyadi (Kak Seto), serta Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, Baharuddin, sebagai narasumber talkshow yang membahas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan bagi anak.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan perlindungan dan pendidikan terbaik.”Jangan sampai anak-anak menangis karena kita. Didiklah mereka dengan kalimat yang menyenangkan dan memberikan rasa aman. Pemkab Kutim terus berkoordinasi menyediakan fasilitas pendidikan sejak dini, termasuk di seluruh desa,” ungapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, Pemkab Kutim bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memfasilitasi pendidikan Sarjana (S1) PAUD bagi lebih dari 400 guru yang dijadwalkan akan diwisuda pada Agustus mendatang.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis berupa seragam, sepatu, tas, dan buku untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Di sektor lainnya, Pemkab Kutim juga merencanakan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di setiap wilayah sebagai ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak bersama keluarganya. Bupati juga mengajak seluruh orang tua untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan rumah yang bebas asap rokok demi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Timur, Idham Cholid, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 hingga 700 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, tenaga pendidik, organisasi masyarakat, hingga organisasi kesiswaan.
“Anak adalah amanah yang memiliki hak untuk dilindungi. Momentum HAN 2026 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara keluarga, pemerintah, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjamin tumbuh kembang anak yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan LPAI Kutai Timur, Sadiqah Turohmah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam memperjuangkan hak-hak anak. Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Kutim dan LPAI terus diperkuat sehingga perlindungan serta pemenuhan hak anak dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan Kutai Timur sebagai Kabupaten Layak Anak, yang memberikan ruang tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal bagi setiap anak.












